Minggu, 24 Maret 2013

Artis Jepang Cantik Pamer Pantat Besar

Artis Jepang Cantik Pamer Pantat Besar

Artis Jepang Cantik Pamer Pantat Besar


Artis Jepang Cantik Pamer Pantat Besar


Artis Jepang Cantik Pamer Pantat Besar


Artis Jepang Cantik Pamer Pantat Besar


Kumpulan Gambar dan Foto Wanita Artis Jepang Cantik Pamer Pantat Seksi dan Besar

Sabtu, 23 Maret 2013

Gambar Cewek ABG Jepang Imut Tel4njang

Gambar Cewek ABG Jepang Imut Tel4njang

Gambar Cewek ABG Jepang Imut Tel4njang


Gambar Cewek ABG Jepang Imut Tel4njang


Gambar Cewek ABG Jepang Imut Tel4njang


Gambar Cewek ABG Jepang Imut Tel4njang


Koleksi Foto dan Gambar Bugil Cewek ABG Jepang Imut Tel4njang Bikin Nafsu

Jumat, 22 Maret 2013

Foto Hot Model Telanjang Wanita Jepang

Foto Hot Model Telanjang Wanita Jepang

Foto Hot Model Telanjang Wanita Jepang



Foto Hot Model Telanjang Wanita Jepang



Foto Hot Model Telanjang Wanita Jepang


Koleksi Photo Video dan Gambar Bugil Foto Hot Model Telanjang Wanita Artis Jepang

Kamis, 21 Maret 2013

Foto Hot 3 ABG Cantik Bugil di Taman

Foto Hot 3 ABG Cantik Bugil di Taman

Foto Hot 3 ABG Cantik Bugil di Taman



Foto Hot 3 ABG Cantik Bugil di Taman



Foto Hot 3 ABG Cantik Bugil di Taman


Kumpulan Gambar dan Foto Hot 3 Cewek ABG Cantik Lagi Bugil Bugilan di Taman

Foto Hot Memek Anak SMP Bulu Lebat

Foto Hot Memek Anak SMP Bulu Lebat

'
'
'

Foto Hot - Konten Dewasa : Model Bugil

Foto Hot - Konten Dewasa : Model Bugil







Foto Hot - Konten Dewasa : Japan Menantang

Foto Hot - Konten Dewasa : Japan Menantang













Foto Hot - Asyiknya Dikamar Mandi Berdua [ Hot Banget]

Foto Hot - Asyiknya Dikamar Mandi Berdua [ Hot Banget]







Foto Hot - Skandal Foto Bugil ABG Cantik Montok

Foto Hot - Skandal Foto Bugil ABG Cantik Montok






Cerita Dewasa - Internet Buat Ku Selingkuh


Cerita Dewasa - Internet Buat Ku Selingkuh - Cerita nyata perselingkuhan rumah tangga – Ini adalah kisah nyata peselingkuhankuku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita berusia 27 tahun, namaku…katakan lisa, tempat tinggalku di semarang, dan sudah setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak, walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi, tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung memanjakanku. Tapi kesetiaanku ini berakhir sampai tanggal 19 Juni 1999 (hari Sabtu). Hal ini dimulai dengan perkenalanku dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu.

Secara rinci aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam acara chatting di web idola. Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web idola, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk ke forum, ada yang mengirimi aku private message, ternyata seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum mempunyai anak, namanya…katakan Riyan, berasal dari jakarta, bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan semarang, hingga Riyan sering melakukan tugas meninjau kantor cabangnya, termasuk di semarang.

Setelah kami berkenalan lewat chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari jakarta)…mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum pernah bertemu muka, sampai pada tgl 16 juni 1999 Riyan menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan dan bertemu muka.
Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku, sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu pagi (karena kantor Riyan libur, hingga Riyan mempunyai waktu untuk bertemu). Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby hotel graha santika (tempat Riyan menginap) jam 9 pagi. Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya (perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai Riyan, akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan apakah ada tamu bernama Riyan dari jakarta, setelah di check, ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya.
Akhirnya aku telepon ke kamarnya, dan Riyan mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, Riyan menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi. Aku dapat memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana, akhirnya Riyan menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya (ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga, tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya. Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama kemudian Riyan membuka pintu.

Ternyata Riyan mempunyai wajah yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah kita ber basa basi diruang tamu kamarnya, Riyan bilang permisi untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main komputernya (dia membawa komputer kecil…notebook..?), dia bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu Riyan meninggalkanku untuk mandi. Setelah aku sendirian, aku mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan ke Riyan, dan Riyan menjawab mungkin web tsb lagi down, dan Riyan menyarankan untuk mencoba saja web yang lain, caranya lihat di historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan Riyan), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web, ini yang pertama aku membuka cerita panas, ternyata isinya adalah cerita cerita seks dengan bahasa indonesia, lalu aku mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca cerita dewasa tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena vaginaku mulai basah. Sampai akhirnya Riyan selesai mandi, dan keluar menemuiku.

Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb, tetapi karena Riyan sudah terlanjur melihat aku membaca cerita seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku dengan malu malu menjawab belum. Riyan bertanya lagi, bagaimana ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai Riyan tertawa lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal…akhirnya aku juga ikut tertawa. Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi, tentu dengan topik internet, ternyata Riyan sangat menguasai internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya.

Bahkan Riyan menjelaskan bahwa di internet kita dapat membuka web…dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang menampilkan gambar gambar….sex, aku agak penasaran dengan penjelasannya yang terakhir, dan rupanya Riyan mengetahui keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb, rupanya komputer Riyan mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah Riyan membuka web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana…, tapi sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb, tetapi kemudian Riyan mengganti web tsb dengan web lain yang isinya juga tentang orang berhubungan sex, tetapi yang ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu juga sama dengan blue film (kata Riyan)..sejujurnya aku belum pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok menciumi vagina cewek….

Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya ternyata Riyan sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku, pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh, tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa, aku diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan Riyan mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku sangat basah, Riyan lalu mulai membuka pakaianku, entah bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini Riyan mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan Riyan tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku, hingga aku merasa sangat terangsang sekali, lalu Riyan mulai membuka BH dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum pernah menciumi vaginaku), aku merasa ada sesuatu yang akan meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata, ternyata Riyan sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang bulat, ternyata Riyan mempunyai penis yang besar sekali, mungkin sekitar 18 – 20 cm, dengan bulu yang lebat, lalu Riyan mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi vaginaku.
Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru melihat di web porno tadi, ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok dibawah menciumi vagina.

Walaupun aku belum pernah melakukan hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah sadar, aku masuk kan penis Riyan kedalam mulutku, terasa sangat susah karena penis Riyan besar sekali, tetapi aku berusaha meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata Riyan mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya mulai mengeras. Sampai suatu saat Riyan melepaskan penisnya dan membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan vaginaku dan Riyan mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku rasakan dengan suamiku, ketika Riyan mulai mengocok penisnya (mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu Riyan mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja), Riyan menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang meledak..(inikah orgasme..?)
Setelah sekian waktu Riyan belum juga mengeluarkan sperma, Riyan lalu mencabut penisnya lagi dan menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah, posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut, ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak berlangsung lama, karena Riyan akan mengeluarkan sperma, Riyan lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku, bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung sekali ketika Riyan memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak jijik, tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya, terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga Riyan mendesis desis…entah keenakan atau kesakitan.., sampai akhirnya penisnya mengecil…

Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku terlentang sambil beristirahat, ternyata Riyan langsung mulai menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme lagi…ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi, setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, Riyan juga mencuci penisnya. Ini adalah pertama kali aku berselingkuh dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku, tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku mengetahui rahasiaku.

Cerita Dewasa Memek - Bersama janda Siti

Cerita Dewasa Memek - Bersama janda Siti - Aku melihat jam di tangan ku. Masih awal lagi rupanya. Ada kira- kira setengah jam lagi sebelum waktu pejabat habis. Siang tadi kakak Ipar ku menelefon meminta aku datang ke rumahnya selepas kelas. Aku tertanya-tanya juga kerana selalunya hanya abang saja yang menelefon bertanyakan sesuatu atau meminta aku untuk menjagakan rumah jika dia ada urusan keluar daerah.


Waktu waktu aku sampai kerumah abangku jam hampir pukul 2.oo petang. Aku park kereta ku di tepi jalan, tidak di garaj. Aku ketok pintu depan; tapi tak ada
yang menyahut. Kak Limah, pembantu rumah abangku pasti ada di belakang, fikirku. Ternyata pintu tak berkunci, aku masuk, sepi, langsung aku ke belakang.
Maksudku mau memperingatkan Kak Limah tentang kelalaiannya tak mengunci pintu. Sampai di belakang Kak Limah tak ada. Aku masuk melalui pintu belakang.

Aku terus ke ruang tengah. Saat itulah Kak Limah muncul dari bilik mandi tengah. Aku berniat menegurnya, tapi niatku tertanguh sebab Kak Limah keluar dari bilik mandi hanya berbalut kain tuala yang tak begitu lebar. Buah dadanya yang besar itu seakan-akan “tumpah”. Lebih dari separuh dadanya tak bertutup. Dari dadanya ke atas lutut saja yang tersembunyi ditutupi tuala itu.

Dan bawahnya …… Seluruh pahanya tampak! Kain sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja. Aku segera mengambil kedudukan disatu sudut yang tenang dan tersembunyi. Fikiran jahat mendorong saya untuk mengamati, iaitu dibalik pintu kaca belakang viltrage menghalang pandangan Kak Limah ke dalam.

Habis mandi dia masih mengemas peralatan cuci. Sebelumnya dia tak pernah begini, mungkin disangkakannya tak ada orang. Yang membuat jantungku
berdegup kencang adalah wakti ia membelakangiku. Kak Limah membungkuk mengambil sesuatu di dalam baldi. Seluruh punggungnya kelihatan, bahkan se detik aku sempat melihat kemaluannya dari belakang! Makumlah, dia baru lepas mandi. Tentulah tak memakai pantie.

Bukan hanya itu saja. Setelah selesai, Kak Limah melangkah memasuki ke biliknya. Sebelum masuk inilah yang membuat jantungku terhenti. Kak Limah melepas kainnya dan menjemurnya dalam keadaan telanjang bulat! Hanya beberapa detik aku menikmati tubuh mulusnya dari belakang, miring agak ke samping. Bulatan buah dada kirinya sangat jelas. Kulit tubuhnya begitu bersih. Bentuk tubuhnya memang bagus, kecuali agak gemuk dan berisi. Bidang dadanya luas, pinggangnya menyempit, pinggulnya melebar dan sental.

Kak Limah langsung melangkah masuk ke bilik tidurnya. Dalam melangkah, se detik itu sempat terlihat bahwa bulu2 kelamin Kak Limah lebat! Lain tidak jelas.
Kemudian ia menutup pintu.

Aku yang masih belum pernah beristeri dan tidak pernah melihat tubuh wanita secara kulit, merasa dada ku berdebar. Selama ini aku hanya melihat filem ‘blue’
dari CD saja. Aku dapat bayangkan betapa nikmatnya menggomol wanita sewaktu disetubuhi. Ini kerap ku bayangkan bila aku melakukan onani sendiri. Tetapi bersetubuh dengan wanita belum pernah ku lagi.

Aku keluar perlahan-lahan lalu menutup pintu. Hujan diluar mula turun rintik-rintik. Semakin lebat. Jadi aku terpaksa memanggil Kak Limah semula. Kak Limah keluar. Dia senyum. Pakaiannya serba rengkas.

“Hujan Kak Limah” kataku. Kak Limah terperanjat. “Bila Mad masuk?” tanya Kak Limah. “Tadi. Dari pintu belakang..tak berkucni” jawabku.

Kak Limah terus bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. Aku terus masuk dan naik ke bilik ku, mau tukar pakaian. Aku cuma memakai seluar gymn dan singlet.

Seketika kemudian terdengar suara Kak Limah memanggilku dengan nada keras.. “ Mad ! “, laungnya kuat dari belakang rumah. Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat ….Aduhhh..! Kak Limah terduduk di tepi longkang. Tergelincir. Jatuh terjelepok tak boleh bangkit dan berjalan. Kain kering bertaburan di sekitarnya. Bertaburan.

“Mad, tolong kak Limah bawakan kain ni masuk,” pintanya sambil menyeringai mungkin menahan kesakitan. “Kakak tergelincir tadi, “ sambungnya.

Aku hanya mengangguk seraya memungut kain yang bersepah lalu sebelah tanganku cuba membantu Kak Limah berdiri.

“Sekejap kak. Mad bawa masuk dulu kain ni, “ kataku setelah aku dapati susah untuk membantunya dengan kain yang masih aku pegang.

Aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kain aku letakkan di atas katil di bilik Kak Limah. Ketika aku menghampiri Kak Limah semula, dia sudah separuh berdiri dan cuba berjalan terhencot-hencot. Hujan semakin lebat seakan dicurah-curah.

Aku pimpin Kak Limah masuk ke biliknya dan dudukkannya di kerusi. Gementar dadaku ketika tanganku tersentuh buah dada Kak Limah. Terasa kenyal. Darah mudaku terasa menyirap naik. Apatahlagi, tadi aku pernah melihat susuk tubuhnya tanpa kain. Wahh..fikiran ku berkecamuk.

Aku mengakui walau dalam umurnya awal 30an, tapi Kak Limah tidak kalah menariknya jika dibanding dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang memang mampu menarik pandangan lelaki. Tidak hairan pernah aku terserempak abang ku seolah mengamati Kak Limah dari belakang ketika Kak Limah membersihkan halaman rumah.

“Tolong ambilkan kakak tuala, Mad” pinta Kak Limah ketika aku masih termanggu-manggu. Aku menuju ke almari pakaian lalu mengeluarkan sehelai tuala dan aku suakan kepadanya.

“Terima kasih Mad,” katanya dan aku cuma mengangguk-angguk sahaja. Aku pandang dia dengan kasihan.

Kesihan kak Limah, dia adalah wanita yang paling lemah lembut. Suaranya halus dan lunak. Bibirnya sentiasa terukir senyum semulajadi, walaupun dia bukan senyum. Rajin dan tak pernah angkat muka atau membantah. Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri. Tak pernah siapa yang suruh dia kerana dia sentiasa tahu tanggungjawabnya.

Kadang-kadang aku beri dia wang saku 30 – 40 RM bila aku datang kesana. Bukan kerana apa, sebab dia mempunyai sifat yang mudah orang sayang kepadanya. Abangku tidak pernah berkira dengannya. Gajinya tiap bulan masuk bank. Pakaiannya kakak ipar ku belikan hampir tiap bulan. Memang dia cantik, dan tak tau apa sebab suaminya menceraikannya. Kabarnya dia benci sebab suaminya hisap dadah. Hampir 6 tahun lebih dia menjanda setelah bernikah cuma 3 bulan. Sekarang dia baru berusia 33 tahun, masih muda.

Kalau soal cantik, memang kulitnya putih. Memang dia keturunan Cina, sebelah datuknya. Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang. Bandingkan dengan kakak iparku, masing-masing ada kelebihannya. Yang cantik kepada kak Limah ialah sikapnya kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan.

Oh..ya! Kak Limah berdiri lalu cuba berjalan menuju ke bilik air. Melihat keadaannya masih terhoyong hayang, dengan pantas aku mencapai tangannya untuk membantu. Sebelah tangan ku memegang pinggang kak Limah. Aku
pimpin menuju ke pintu bilik air. Terasa sayang untuk aku lepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di perutnya.

Kak Limah berpaling kepadaku. Aku mengadap wajahnya. Mata kami bertentangan. Ku lihat kak Limah seperti merelakan dan menyukai apa yang aku lakukan. Tangan ku menjadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke
dadanya. Ku usap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mula mengeras. Aku dekatkan mulutku untuk mencium pipinya. Dia berpaling, lalu ku tolak pipinya. Mulut kami bertemu. Aku mengucup mulutnya. Pertama kali aku melakukan kepada seorang wanita.

Rengekan halus keluar dari mulut kak Limah. Semasa kedua-dua tanganku meramas punggungnya dan lidahku mula menjalari leher gebu kak Limah. Ini semua gejala Blue Film dari disc CD-Rom yang aku sering tengok dari rumah kawan sebelah.

Kak Limah menyandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya ku kucup. Aku hisap dan menggeli langit-langitnya. Kancing colinya aku lepaskan. Tangan ku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya aku gentel lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai keseronokan walaupun kami masih berdiri tercegat di dinding.

Kami menggigil tak keruan. Nafas kami makin pantas. Aku rasa tubuh kak Limah menyandar ke dadaku. Dia seperti orang lemas. Baju kurung gunting Kedah kak
Limah aku buka. Dalam cahaya remang hujan itu, aku tatap wajahnya. Matanya pejam seperti tidak bermaya. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghias dadanya ku ramas perlahan-lahan.

Bibirku perlahan mengucup puting buah dadanya perlahan. Ku ulit puting yang mengeras itu hingga lumat. Kak Limah semakin gelisah dengan nafasnya yang
sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku sedangkan aku pula tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah…. Isssyyyyy….issssyyy….!! Mendesah perlahan….!!

Puting teteknya yang mengkal itu aku jilat berulangkali sambil aku gigit perlahan-lahan. Usapan ku semakin jauh melewati sempadan. Ku huraikan ikatan
kain dipinggangnya. Lidahku kini bermain di pusat kak Limah pula sambil tangan ku mula mengusapi pehanya. Ketika ku lepaskan ikatan kainnya tadi, tangan kak
Limah semakin kuat menarik rambutku.

“Madddd….maddd…” suaranya kak Limah memanggil ku perlahan dari tekaknya. “Jangan laaaa…” katanya lemah. Seperti orang merengek saja.

Aku terus menjalankan gentelan dan usapan ku. Nafasnya tercungap-cungap ketika seluar dalamnya aku tarik ke bawah. Tanganku mula menyentuh kawasan kemaluannya. Rambut halus di sekitar celah kangkang kemaluannya aku
usap-usap perlahan.

“Madddd.. dah lahhh..” Kak Limah seperti menegah. Aku tidak peduli. Kak Limah tidak meronta.

Ketika lidahku baru mencecah kemaluannya, kak Limah menarik aku berdiri. Direnungannya muka ku dengan mata kuyu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan kepada katil tidurnya. Aku segera faham seraya
memimpin kak Limah menuju katil. Bau kemaluannya merangsang sekali…tengit dengan satu bauan khas yang sukar diceritakan.

“Madddd…..,” bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil melakukan mengikut yang ku inginkan. Kak Limah seperti membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Kak Limah kini ku telanjangkan. Dia seolah-olah merelakan. Tubuhnya baring telentang sambil kakinya mencecah lantai. Susuk tubunya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling kesebelah kiri. Matanya pejam. Tangannya mendepa atas tilam. Buah dadanya membusung bagai busut jantan semacam minta disentuh.

Puting susunya seperti berair kesan liur hisapan ku. Perutnya licin dan pusatnya cukup indah. Ku lihat tidak langusng ada kesan riak dan ketak umpama perut
wanita telah melahirkan anak. Memang kak Limah tidak ada anak kerana dia bercerai setelah kawin 3 bulan. Kakinya rapat. Kerana itu aku tidak dapat melihat
seluruh kemaluannya. Cuma setakat rambut yang lebat halus menghiasi bahagian bawah pusatnya saja.

Sambil itu, tangan ku terus membuka baju singlet ku satu persatu. Zip seluar jeans ku turunkan. Yang tingal hanya suspender ku saja. Aku bertelanjang sekerat di hadapan kak Limah. Zakar ku tegang berdiri melihatkan kecantikan susuk tubuh badan kak Limah. Buah dada membusung dihiasi puting kecil dan kawasan di bulatan putingnya kemerah-merahan kesan gentelan ku tadi. Amat indah aku pandang di celah pehanya. Kak Limah telentang kejang. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik.

Aku terus duduk di birai katil sambil mendakap tubuh Kak Limah. Lembut sungguh tubuh mungil kak Limah ini. Ku peluk kemas sambil ku kucup mulutnya lumat-lumat. Tangan ku meraba seluruh tubuhnya. Sambil aku menggentel puting susunnya ku ramas-ramas pepejal yang kenyal itu. Ku usap-usap dan ku kepal-kepal. Nafsuku terangsanga hebat.

Zakarku mengeras dalam seluar. Waktu aku mendakap tubuh Kak Limah, tangannya menyentuh seluar kecik ku. Aku semacam faham lalu ku tanggalkan. Kini zakar tegang ku terpacak tepat menyentuh pinggang kak Limah. Ku suakan zakar tegangku ketangan kak Limah. Digenggamnya erat lalu diusap-usapnya seakan-akan melancapkan.

Memang kak Limah tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah berkawin. Berbanding aku, memang aku cuma ada teori dengan melihat filem blue. Itu saja. Tangan ku terus mengusap perutnya hingga ke celah kangkang. Terasa berlendir basah kemaluannya.

Aku beralih dengan posisi ‘69’. Kak Limah mengerti. Lalu dipegang zakar tegang ku dan memasukkan ke mulutnya. Mataku terpejam-celik bila lidah kak Limah melumati kepala zakarku. Kepala zakarku dikulumnya. Diurutnya dengan jari hingga ke pangkal. Sukar untuk di bayangkan betapa nikmatnya aku rasa. Bibir kak Limah terasa menarik-narik kerandut buah zakarku. Tidak tertahan aku diperlakukannya begitu. Aku membongkok mengucup bibir bukit kemaluannya.

Aku kangkangkan peha kak Limah sambil mencari liang farajnya. Ku selak bulunya yang tebal itu. Ku lihat bibir kemaluannya rapat. Ku selak bibir kemaluannya. Ku lihat dalam berlendir basah berair. Bibir dalamnya merah. Ku selak lebih luas. Nampak seketul daging keras memanjang dibahagian atas berbalut kulit. Aku tahu, itulah kelentit Kak Limah. Ku cuit dengan jari telunjuk. Waktu itu, punggung Kak Limah melonjak ke atas. Terdengar suaranya mengerang. Aku tau, kelentitnya adalah pusat nafsunya.

Ku mula menggentelnya. Kak Limah melonjak lagi. Ku tekan pehanya lalu ku gentel. Kak Limah mengerang. Aku tau dia kesedapan. Aku terus kerjakan. Sebelah tangan ku menyelah bibir nipis sebelah dalam kemaluan Kak Limah. Ku tengok ada air warna putih susu keluar dari liang dibawah kemaluannya. Kemaluan Kak Limah terbau semacam aroma kewanitaannya. Memang meransangkan.

Ku jelirkan lidah ku sambil menggentel bijik kelentitnya. Ku jilat bahagian yang merah dan terdedah itu. Kak Limah mendesus… ku cuit-cuit dengan lidahku.
Ku lumati dengan kumis ku. Liang kemaluan kak Limah makin merah. Bau kamaluannya makin kuat. Makin itu makin aku jadi terangsang. Seketika aku lihat semacam air putih keluar dari lubang farajnya. Tambah banyak hingga meleleh keluar hingga meresap ke bahagian duburnya. Tentu Kak Limah sudah cukup terangsang, fikir ku.

Aku balik tubuh ku semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarikku rebah bersamanya. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Kak Limah membetulkan
kedudukannya semasa tanganku cuba mengusapi celah pehanya. Kedua kaki kak Limah mula mengangkang sedikit; ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidah ku mula menuruni dadanya. Putingnya ku hisap agak kasar. Punggung kak Limah terangkat- angkat semasa lidahku mengitari perutnya.

Celah pehanya menjadi perhentian jari-jemari ku seterusnya. Kak Limah semakin mengangkang ketika aku menjilat kelentitnya tadi ku lihat kak Limah sudah tidak bermaya lagi. Kakinya kadangkala mengepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk merasai kesedapan yang dihidangkannya.

Rengekan kak Limah semakin kuat dengan nafas yang terus mendesah. Rambut ku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menikmati kesedapan. Aku berteleku di birai katil.

Aku tanya, “Kak Limah nakkkk…rela niiii..?” Suara ku lembut bernada manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik nafas panjang. Aku bagai mengerti. Itu adalah tanda persetujuan. Tanpa disuruh, ku gesel kepada zakarku ke arah lubang farajnya. Kak Limah hanya membiarkan. Punggungnya bergoyang ke kiri ke kanan. Aku tau dia kegelian. Kemudian, ku tolak zakarku kearah lubang farajnya yang kini telah dikangkangnya luas. Lendir dan liurku bersememeh di gerbang farajnya.

Ku ulit-ulit kepala zakar ku di lendiran yang membecak itu. Perlahan-lahan ku tolak kedalam. Tolakan zakar ku memang sukar sedikit. Terasa sempit. Ku lihat kak Limah macam mengelinjang seperti kesakitan.

“Perlahan Madddd…” kak Limah bercakap dengan nafas tersekat. Aku faham sekarang. Kemaluan kak Limah sudah menyepit setelah 6 tahun tidak disetubuhi walaupun dia bukan dara lagi. Memang aku gelojoh kerana inilah pertama kali aku mensetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang.

Ku ulit-ulit lagi. Aku masukkan zakarku perlahan-lahan. Ku tolak punggungku ke depan. Berhati-hati. Terasa memang sempit. Sambil itu Kak Limah memegang lenganku erat-erat. Mulutnya terakncing bagai seorang sedang mengigit tulang. Hanya setakat kepala zakar ku sudah celus. Ku biarkan sebentar zakar terhenti setakat itu. Terdiam. Kak Limah juga terdiam. Tenang.

Sementara itu, ku peluk tubuh kak Limah kemas-kemas sambil memainkan putting susunya, menjilat, mengusap dan mengigit-gigit lunak. Mulutnya ku kucup sambil lidahnya ku hisap. Kami memang sudah khayal dan terangsang. Kepala batang ku sudah masuk sekerat, tapi ku tunggu hingga Kak Limah benar-benar bersedia.

Sebentar kemudian aku tanya dengan suara memanjakan, “Bolehhhh…???!!” Kak Limah membuka matanya. Dibibirnya tersua senyum manis yang meredhakan…

Ku tusuk zakarku kedalam. Kemudian ku tarik ke belakang perlahan-lahan. Ku henjut perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan kak Limah, mencakup seluruh
batang zakar ku. Terasa seperti mengemut-ngemut didalam. Kami mulai teransang!! Lendirnya yang melimpah melunak sorong tarik batang ku ke dalam. Mata Kak Limah terpejam.

Zakarku yang mula memasuki kemaluan kak Limah kini lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menyeronokkan. Mata kak Limah terbuka merenungku dengan pandangan yang kuyu. Masa itu zakarku mula aku masuk-keluarkan.
Bibirnya dikacip rapat seperti tidak sabar menanti tindakan aku seterusnya. Tangannya memegang lengan ku. Kuat.

Sedikit demi sedikit zakarku masuk sehingga ke pangkalnya. Kak Limah mendesah dan merengek seiring dengan keluar masuknya zakarku dalam kemaluannya. Ada ketikanya punggung kak Limah terangkat- angkat menyambut zakarku yang seperti melekat di kemaluannya.

Berpuluh-puluh kali ku sorong-tarik zakarku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Satu ketika aku merasakan badan Kak Limah kejang dengan matanya tertutup rapat. Tangannya pula beralih memeluk pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi. Satu keluhan berat keluar dari mulutnya perlahan. Ia mendesah ”syyyyhhhhh….!!” Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan zakarku yang tertanam di dalamnya.

Dayunganku semakin pantas. Katil kak Limah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit laju. Leher kak Limah ku rengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Kak Limah ketika itu makin kuat mengemut-mengemut, seolah-olah ku rasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin kerap membuatkan zakarku semakin menegang keras. Kak Limah pula mengimbanginya dengan mengayakkan punggungnya.

Henjutan ku makin kencang. Kemaluan kak Limah makin menyempit. Ku rangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia membiarkan saja. Berbanding dengan tubuh ku, kak Limah longlai bagai tidak bermaya. Aku menggonyoh hingga tubuh kak Limah bagai terhuyung-hayang. Dia membiarkan saja perlakuan ku. Nafasnya makin kencang.

Dalam keadaan begitu mempesonakan, akhirnya aku tak tahan lagi. Aku rasa air maniku sudah sampai ke kemuncak. Dalam satu tusukan yang kuat, ku henyakkan
seluruh batang ku ke dalam. Ku rasa ada bebola di hujung liang kemaluan Kak Limah yang menghalang. Di situlah air maniku menyebur.

Air maniku terasa memancut ke dalam kemaluan kak Limah. Bergetaran rasa badan ku ketika itu. Kak Limah pula memaut pehaku dengan kakinya. Menekan kuat. Matanya terbuka luas memandangku. Seolah-olah dia memandang ku bagai dia tida nampak. Mukanya serius. Bibir dan giginya dikertapkan. Nafasnya berombak. Dia merengek agak kuat. Kerongkongnya berbunyi berdecup.

Kemudian ku lihat mulut Kak Limah terbuka luas. Terdengar kerongkongnya mengerang. Ku ku kucup mulut. Ku hisap lidahnya. Aku masih menghenjut batang ku keluar masuk. Kedua-dua belah bahu Kak Limah ku rangkul kuat. Tubuhnya bagai terangkat-angkat. Ia menurut saja perlakuan ku. Kak Limah juga menuntut
desakan nafsu.

Waktu aku memuntahkan lahar maniku, memang tusukan ku paling kuat menghunjam masuk kedalam. Ku lihat kak Limah menggelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya bergoyang kebelakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk
beberapa saat kami melayani rasa nikmat itu. Beberapa tusukan tadi memang kemuncak kami. Kami sama-sama tiba dipuncak. Memang hebat. Sungguh puas.

Aku, pertama kali bagi ku sebagai anak bujang bersetubuh. Kak Limah mendapat air bujang ku. Walaupun dia seorang janda, bagi ku dia adalah secantik wanita.
Waktu kami melakukan sanggama tadi, kami khayal entah kemana. Kak Limah memang bijak dalam permainannya. Sebarang aksi ku diberi riaksi yang sama. Sebagai sorang yang tidak pernah merasa nikmat persetubuhan, bagi ku kak Limah betul-betul memberi aku syorga dunia.

Aku terbaring lesu di sisi kak Limah. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada kudrat untuk aku membukanya. Dalam hati ku puas kerana dapat mengimbangi pengalaman kak Limah. Ku lihat kak Limah tergeletak di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah aku mimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Kak Limah juga menelentang dengan matanya tertutup seperti terlena, mungkin penat selepas dapat meng hilangkan dahaga batinnya sejak menjanda 6 tahun yang lalu.

Kami masih berpelukan. Kemudian Kak Limah terasa seperti mengusap muka ku. Aku buka mataku. Dia senyum. Aku senyum. Seolah-olah kami tidak merasa janggal berpelukan tanpa seurat benang ditubuh. Aku mengucup mulutnya.

Dia berbisik ketelinga ku, “Terima kasih Maddd… Kak Limah eeerr….”. Belum sempat dia menghabiskan ayatnya aku bertanya, “Kak Limah puas…”. Dia senyum dan mengangguk…”Dua kali!!” jawapnya rengkas.

“Memang Mad gagah..Mad punya besar! Panjang!” katanya sementar itu ia mengkocok batang zakar ku. Pujiannya meransang ku.

“Kak Limah dah lama tak buat?” tanya ku. Dia mengangguk. “Sejak bercerai dulu…!” jawabnya.

“Kak Limah tak teringat ke..?” tanya ku. Dia mengangguk. “Nak buat mcamana…” jawabnya pendek sambil senyum malu-malu dan memeluk dada ku.

Kak Limah menceritakan, pada mulanya suaminya adalah orang baik tetapi telah terjebak dengan dadah. Akhirnya, dalam tempoh 6 bulan suaminya lupa dengan
nafkah lahir dan batin. Hubungan suami isteri tidak sempurna. Jika suaminya melakukan persetubuhan, kerapkali sekerat jalan. Nafsu suaminya kandas di tengah jalan. Tak ada roman tak ada apa-apa. Dia melakukan semasa Kak Limah sedang tidur dan tak bersedia.

Akhirnya, bila suaminya tertangkap dan dipenjarakan 12 tahun, Kak Limah minta cerai. Suaminya jatuhkan talak tiga. Kembalilah dia jadi janda. Kerana dia tak mahu
kawin lagi, maka dia pun mencari kerja kilang.Tapi masalah gadis kilang banyak, maka dia pun cari kerja sebagai pembantu rumah. Dua tempat dia bekerja sebelum
ini. Malangnya tuan rumah cuba buat tak senonoh, lalu ia berhenti. Cuma di rumah abang ku dia mendapat layanan yang baik. Setakat ini sudah 3 tahun dia bekerja. Semuanya baik.

Aku tanya samada apa yang kami lakukan tadi dia merasa kesal. Kak Limah menggeleng. Katanya, dia tak pernah merasa puas bersama suaminya dulu. Suaminya gelojoh. Dia tidak ada daya sebab dadah melemahkan kekuatannya.
Dia cukup merasa merana.

“Kak Limah suka kat Mad..?” tanyaku. Dia senyum. Dia mengangguk tanda suka. Sambil itu tanganku menggentel buah dadanya. Tangannya mengocok terus zakar ku. Zakar ku bangun tegang semula. Makin kami semacam terangsang
lagi.

“Kak Limah nak lagiiii…keee??” tanyaku dengan suara manja. Dia senyum manis.

Apa yang berikutnya, memang telah diduga. perlahan-lahan kubuka kangkangnya semula. Ku lihat kaki Kak Limah kian mengejang. Sedikit demi sedikit terus ku ulit bahagian bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufffff… detik-detik jantungku kembali berdegup cepat. Terlepaslah seluar dalamnya tanpa perlawanan lagi. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku.

Ku rentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Kedua-dua belahan bibir mungil kemaluannya ku buka . Celah rekahan itu ku
lihat semua rahsia didalamnya. Aku menelan air liur ku sendiri demi melihat nikmat yang menanti. Ku dekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan syahwat. Tak termampu aku menahan ledakan yang menghambat nafasku. Segera aku mendekatkan mulutku sambil mengucup mulut kemaluan Kak Limah dengan bibir dan lidahku.

Rakus sekali lidahku menjilat setiap bagian kemaluan Kak Limah. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang tersentil menonjol di pangkal farajnya itu, Kak Limah mendesis dan mendesah kegelian. Lidah dan bibir menjalankan peranannya harmonis sekali. Beberapa kali ku lihat Kak Limah mengejangkan kakinya.

Aku tak peduli akan semerbak bau yang khas dari liang kemaluan Kak Limah memenuhi ruang hidung ku . Malah membuat lidahku bergerak makin menggila-gila. Ku tekan lidahku ke lubang kemaluan Kak Limah yang kini sedikit
terbuka. Rasanya ingin ku masukkan lebih dalam lagi, tapi tak boleh. Mungkin kerana lidah ku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidah ku itu membuat Kak Limah
beberapa kali mengerang keenakan.

Dalam keadaan sudah teransang itu, ku tarik tubuh kak Limah ke kedudukan menugging. Ia menurut saya dan bertanya sekadar merengek saja…..

“Mad nak buat macamanaaaaaa kat Kak Limah….???” Ia bertnya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan begitu oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Ku atur posisinya. Ku alas perutnya dengan bantal. Dalam posisi menungging itu, punggung Kak Limah terdampar lebar. Berisi dan pejal. Ku usap dan ku ramas-ramas. Ku gigit lumas.

Tangannya memegang birai kepala katil. Air mazi kak Limah sudah membasahi kemaluannya. Ku buka pintu kemaluannya. Ku lihat dan perhatikan dengan teliti.
Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Kak Limah. Bau hanyir dan maung air maniku bercampur dengan bau asli faraj kak
Limah yang merangsang. Bau faraj seorang wanita!!

Jelas semua!! Bulu cipap kak Limah lembap dan melekat bersememeh ke farajnya. Ku selak sedikit memberi ruang. Ku masukkan jari hantuku kedalam lubang farajnya. Ku kuit-kuit didalam. Ku lihat kak Limah menggoyang punggungnya. Ku kucup dan gigit daging pejal punggunya yang putih melepak itu. Kemudan aku rangkul pinggangnya. Ku Masukkan zakarku ke liang farajnya. Pinggang kak Limah seperti terlentik.

Aku beralih perlahan-lahan ku tusuk zakarku yang besar panjang kelubang faraj kak Limah “doggy-style”. Tusukan ku makin kencang. Nafsu syahwat ku kembali
cukup-cukup terangsang. Kali ini berpuli-puli aku menyorong-tarik zakarku. Henjutan ku memang kasar dan ganas. Ku paut piggang kak Limah. Kemudian beralih ke buah dadanya yang yang terbuai. Ku ulit semahu nafsuku. Bebas. Rambutnya mengerbang.

Lama juga kak Limah menahan lampiasan nafsu ku kali ini. Hampir setengah jam. Aku terus bertumpu. Ku henjut sehabis dayaku. Makumlah ini adalah kali kedua
dalam waktu sengkat. Tusukan ku memang hebat. Sekejap cepat sekejap perlahan. Mengenjal-ngenjal tubuh kak Limah ku kerjakan. Dia seperti mengah. Tubuhnya beberapa kali mengenjak. Dengusan dari tekaknya memanjang. Berkali. Bagai orang mengah. “Ohhhh…ek! Ek! Ek!” seperti orang kelemasan.

Akirnya ku rasa air pejuku hampir muntah lagi. Waktu itu ku rangkul kedua bahu kak Limah sambil menusuk zakarku kedalam. Habis kesemuanya hingga ke pangkal. Waktu itulah ku muntahkan pejuku. Ku tarik semula, dan ku terjahkan kedalam. Tiga empat kali ku henjut begitu. Kak Lamah menyerah saja mengikut rentah henjutku. Hanya suaranya saja bagai mengerang…

Kemudian ku peluk tubuhnya keribaku walaupun zakarku masih terpacak didalam kemaluannya. Dia seperti dudu. Ku suruh dia pula menghenjut. Kak Limah menurut perintah ku. Ku urut buah dadanya. Ku palingkan mukanya. Kami berkucupan. Lama begitu hingga terasa zakarku kembali normal. Kak Limah bagai lelah. Keringat mendidih di dahi kami. Kami telentang semula. Berdakapan. Kak Limah bagaikan longlai. Dia semacam tertidur.

Melihat Kak Limah begitu, dan hujan masih belum teduh, nafsuku naik semula. Ku rangkul tubuh kak Limah…dan…ku ‘kerjakan’ kak Limah sekali lagi. Kali itu Kak Limah menyerah. Dia nampak menyerah dan tidak lagi membantah. Aku kerjakan nonoknya sampai puas. Bau bilik itu bau air mani kami. Bunyi pun berdecit-cit… Ahhhhh….. argghhharrraahhh…..

Tiga kali ku setubuhi Kak Limah pada petang itu. Mungkin berbaloi “puasa”nya selama 6 tahun tidak merasa disetubuhi. Kak Limah seperti orang tertidur.

Sudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan mengenakan pakaian ku semula. Aku keluar dari bilik kak Limah menuju ke ruang depan. Semasa aku keluar, barulah aku sedar pintu bilik kak Limah tidak tertutup rapat.

Rupa-rupanya kakak ipar ku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil cuba berlagak seperti tidak ada apa yang berlaku. Aku terus duduk di sofa pura-pura. Sebentar kakak iparku datang membawa minuman. Ku jeling mukanya. Dia bermuka biasa saja. Yakin kepada ku, kakak iparku tidak tahu apa yang berlaku antara ku dengan kak Limah.

Aku tanya, “Abang tak pulang sama kakak tadi?” “Tidak. Dia outstation ke Singapore 4 hari…!!” jawabnya. Dia senyum. “minumlah…!!” pelawanya.

Dia terus beredar naik ke biliknya. Aku terus duduk dan menontot video “Airforce One”.

“Samad kena pergi airport kejap lagi, ambil kereta disana. Tidur sini malam ini, sebab esok kakak nak kerja…!!” katanya pendek.

Memang bagitulah selalunya. Kalau abang ku tidak ada, aku akan jadi driver untuk membawa mercedez nya kemana-mana.. Malam itu aku tidak balik ke flat ku.
Tidur di rumah abang aku!! Memang aku ada bilik khas untuk ku di rumahnya